Peran Perempuan dalam Membangun Desa

KPI merupakan Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi didirikan pada Mei 1998 dengan tujuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender menuju masyarakat yang demokratis, sejahtera dan beradab. Organisasi perempuan ini berbasis pada keanggotaan individu dan hingga akhir 2013 telah memiliki lebih dari 38 ribu anggota yang terdiri dari 18 kelompok kepentingan pada tingkat akar rumput di 900 desa/komunitas di 24 provinsi. Koalisi Perempuan Indonesia yang mempunyai cabang di 116 kabupaten/kotamadya memiliki anggaran tahunan rata-rata sebesar Rp 8,8 miliar (setara AUD $990,000) dalam masa lima tahun terakhir.

Pada hari Jum’at 4 Agustus 2017 lalu, KPI (Koalisi Perempuan Desa) bersama dengan KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan) menyelenggarakan kegiatan bagi perempuan desa. Agenda yang diusung oleh KPI yang bertempat di Balai Desa Bukor lebih mengutamakan peran perempuan dalam menyampaikan aspirasi maupun pendapatnya demi kemajuan desa. Kegiatan ini diproyeksikan untuk memperkokoh peran wanita desa agar memiliki keberanian dan mampu memanfaatkan hak sebagai warga negara dalam berpartisipasi membangun desa. Diharapkan peran wanita lebih aspiratif, inovatif dan kolektif untuk ikut berpartisipasi di tiap-tiap acara pertemuan ataupun musyawarah desa.

Acara berjalan lancar mengingat peran serta masyarakat terlebih kelompok perempuan desa yang antusias untuk mengikuti acara tersebut. Diharapakan dengan adanya sosialisasi dari KPI ini, untuk selanjutnya, masyarakat desa terlebih kelompok perempuan desa mampu ikut berperan aktif dalam setiap kegiatan desa serta mampu berperan mengawasi jalannya pembangunan desa.

Related posts

Leave a Comment