ANYAMAN BAMBU DESA BUKOR MENEMBUS PASAR “INTERLOKAL”

Bukor, jumat 28/10/16 kerajinan anyaman bambu yang di produksi oleh mayoritas warga ini terus berkembang di pasaran,awalnya kerajinan ini hanya mampu bersaing di pasaran lokal saja lambat laun kerajinan ini banyak di minati oleh para konsumen di kalangan masyarakat menengah kebawah, karna harga yang di tawarkan relatif lebih murah di bandingkan dengan kerajinan yang berbahan dasar plastik atau kaca, di samping itu anyaman yang terbuat dari bahan bambu ini lebih ramah lingkungan.

Pengerajin anyaman bambu Desa Bukor terus miningkatkan kualitas produk agar tetap bersaing dipasaran interlokal. Menurut Baidawi “kerajinan anyaman bambu sudah menemui titik terang dalam kurun waktu satu tahun terahir ini”.

“Pada waktu festival muharram yang di adakan oleh pemkab bondowoso, kerajinan anyaman bambu ini banyak diminati oleh para pengunjung yang hadir” ujar Mathari selaku Kepala Desa Bukor. Melihat dari meningkatnya pemasaran anyaman bambu yang terus meningkat, warga semakin antusias untuk membuat anyaman bambu.

Namun para pengerajin anyaman bambu sering kali kesulitan terkait bahan baku yang digunakan sebagai bahan pembuatan anyaman, bambu yang diperoleh sebagai bahan dasar harus di beli dari para pengepul bambu dengan harga yang cukup mahal yakni dikisaran Rp. 15.000 perbatang.

Pengerajin berharap pemerintah desa dapat mensuplai bambu dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu warga juga terkendala masalah alat yang terbilang masih tradisional, namun semua itu tidak menghambat warga untuk terus memproduksi kerajinan anyaman bambu dengan kualitas yang baik.

Penulis : Danang Dwi Riyanto

Related posts

Leave a Comment